Impor Pesawat dan Suku Cadangnya Melonjak 594 Persen hingga Juli 2026
Impor pesawat udara dan bagiannya ke Indonesia melonjak tajam 594,46 persen sepanjang Januari-Juli 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya, menjadikannya komoditas nonmigas dengan kenaikan impor terbesar.
Secara total, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat 163,33 miliar dolar AS, naik 19,94 persen. Impor nonmigas menyumbang 137,56 miliar dolar AS (naik 16,78 persen), sementara impor migas mencapai 25,77 miliar dolar AS (naik 40,24 persen). Khusus Juli 2026, nilai impor tercatat 26,09 miliar dolar AS, naik 0,72 persen dibanding bulan sebelumnya dan melonjak 27,02 persen dibanding Juli 2025.
Selain pesawat, komoditas nonmigas lain yang juga mencatat kenaikan signifikan adalah garam, belerang, batu, dan semen yang naik 125,15 persen, serta bijih logam, terak, dan abu yang naik 66,01 persen. Untuk periode bulanan, impor serealia melonjak 78,38 persen dan residu industri makanan naik 31,88 persen.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan komposisi impor harus dilihat secara proporsional berdasarkan jenis dan penggunaannya, mengingat sebagian besar merupakan bahan baku yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi dan investasi dalam negeri.
Berdasarkan komposisinya, bahan baku dan penolong mendominasi 71,45 persen dari total impor, disusul barang modal 19,88 persen dan barang konsumsi 8,67 persen. China tetap menjadi pemasok utama dengan pangsa 42,38 persen dari total impor nonmigas, sementara impor nonmigas asal Prancis melonjak 168,36 persen.
Sumber: ANTARA News