MSM Bertekad Jadi Produsen Tebu Terbaik di Indonesia
PT Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan agribisnis tebu di bawah naungan Djarum Group, menegaskan komitmennya menjadi produsen tebu terbaik di Indonesia. Perusahaan yang beroperasi di Desa Wanga, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini memanfaatkan kondisi alam yang dinilai sangat mendukung budi daya tebu.
Nilai investasi MSM tercatat mencapai Rp9,2 triliun, dengan luas lahan konsesi 20.000 hektare — saat ini sekitar 26 persen atau kurang lebih 5.000 hektare sudah ditanami. Perusahaan menargetkan perluasan hingga 10.000 hektare pada 2031. Pabrik pengolahan MSM memiliki kapasitas giling 12.000 ton tebu per hari (TCD).
Berdiri sejak 2014 dan mulai beroperasi sekitar 2018, MSM kini menjalankan fasilitas pengolahan gula modern yang beroperasi penuh sejak 2020, dengan produksi sekitar 1.200 ton gula kristal putih dan gula kristal rafinasi per hari selama musim giling yang berlangsung pertengahan Juli hingga pertengahan Oktober setiap tahun.
Direktur Utama MSM, Budi Hediyana, menyampaikan bahwa kondisi sinar matahari yang mendukung serta pembangunan infrastruktur yang terus berjalan di Sumba diyakini akan mempercepat investasi, sekaligus memungkinkan produksi tebu yang lebih manis untuk mendukung target swasembada gula nasional.
Selain gula, MSM juga memproduksi tetes tebu (molasses) dan ampas tebu (bagasse) yang dipasarkan sebagai produk unggulan. Perusahaan menyatakan langkah ini sejalan dengan Visi Indonesia 2045 untuk masuk jajaran lima ekonomi terbesar dunia, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia bagian timur.
Sumber: ANTARA News