Pembangunan Pelabuhan Kilo di Dompu Mulai Tahap Fisik, Diharap Genjot Ekonomi Daerah
Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, resmi memasuki tahap pelaksanaan fisik yang ditandai dengan groundbreaking dan pemancangan tiang pada Senin. Proyek yang berlokasi di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, ini didukung anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) multiyears sebesar Rp98 miliar.
Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan pelabuhan ini menjadi kebutuhan strategis mengingat besarnya potensi daerah di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan pariwisata yang selama ini terkendala akses transportasi dan tingginya biaya logistik. Ia mencontohkan komoditas tuna dari Kecamatan Kilo yang selama ini harus dikirim lewat Bali sebelum dipasarkan ke daerah lain.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan akan memperpendek rantai distribusi sehingga komoditas Dompu bisa dipasarkan dengan biaya logistik lebih efisien dan berdaya saing lebih tinggi. Selain kelancaran distribusi barang, pelabuhan ini juga diharapkan membuka peluang investasi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calabai Dompu, Prayitno, menjelaskan usulan pembangunan pelabuhan ini sudah diajukan sejak 2019 dan sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pada 2025. Anggaran SBSN sebesar Rp98 miliar tersebut terbagi atas Rp40 miliar untuk pembangunan sisi laut dan Rp58 miliar untuk sisi darat.
Pemerintah Kabupaten Dompu sebelumnya telah menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Desa Mbuju sejak 2020 untuk mendukung proyek ini, yang juga terkait dengan rencana tata ruang daerah yang menetapkan Kecamatan Kilo dan Manggelewa sebagai kawasan industri.
Sumber: ANTARA News