Rektor Unhas Minta Pusat Studi Kepolisian Baru Fokus Tuntaskan Bom Ikan
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa meminta Pusat Studi Kepolisian Unhas yang baru saja diresmikan untuk memprioritaskan kajian mengenai praktik pengeboman ikan yang dinilai kian mengkhawatirkan di wilayah perairan. Ia menyebut berdirinya pusat studi tersebut sebagai capaian penting karena Unhas menjadi kampus pertama yang menggagas pusat studi kepolisian di lingkungan akademik.
Meski Fakultas Hukum Unhas ditunjuk sebagai basis utama kajian, pendekatan yang digunakan bersifat lintas disiplin dengan melibatkan berbagai bidang keilmuan. Prof Jamaluddin mencontohkan sejumlah persoalan yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin, mulai dari kenakalan remaja, balap liar, hingga persoalan lingkungan dan keamanan di wilayah perairan, dengan isu bom ikan menjadi salah satu yang secara khusus ia soroti sebagai tugas awal pusat studi.
Pusat studi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan kepolisian dalam mengkaji berbagai persoalan keamanan dan sosial berbasis riset. Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro turut berharap hasil penelitian dari pusat studi tersebut dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga penanganan tidak lagi hanya mengandalkan rutinitas dan pengalaman melainkan berbasis data.
Djuhandhani menambahkan bahwa pelanggaran di wilayah perairan, termasuk pengeboman ikan, merupakan persoalan kompleks yang sudah ditangani lewat sosialisasi dan pemantauan, namun kolaborasi dengan akademisi dinilai penting untuk menemukan solusi yang lebih efektif berbasis data.
Sumber: ANTARA News