Meski 57 Ribu Hektare Sawah Rusak, Aceh Yakin Surplus Beras Tetap Terjaga
Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menyatakan optimis mampu mempertahankan surplus beras provinsi, meskipun sekitar 57 ribu hektare dari total 202 ribu hektare luas baku sawah di Aceh terdampak bencana.
Plt Kepala Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, mengatakan Aceh sudah konsisten berada dalam kondisi surplus gabah maupun beras selama hampir satu dekade terakhir, sehingga kerusakan sawah akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 tidak sampai mengganggu ketahanan pangan daerah.
Akibat bencana tersebut, target produksi padi Aceh tahun ini direvisi turun dari 1,6 juta ton menjadi 1,4 juta ton gabah. Jika dikonversi, target awal 1,6 juta ton gabah setara sekitar 900 ribu ton beras, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh diperkirakan hanya sekitar 600 ribu ton beras per tahun.
Dengan target yang telah direvisi menjadi 1,4 juta ton gabah, Aceh diperkirakan tetap dapat menghasilkan sekitar 800 ribu ton beras, atau masih surplus sekitar 200 ribu ton di atas kebutuhan lokal. Azanuddin menyebut surplus beras Aceh selama ini sebagian dipasarkan ke Medan, Sumatera Utara.
Meski mengakui sekitar 35 persen luas baku sawah Aceh mengalami kerusakan akibat bencana, ia menegaskan pemerintah daerah tetap yakin sisa produksi mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Aceh secara keseluruhan.
Sumber: ANTARA Aceh