Komisi I DPR Sebut Reshuffle Kabinet Jadi Bagian Evaluasi Jelang Dua Tahun Prabowo
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan langkah reshuffle yang diambil Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun masa kepemimpinannya merupakan bagian dari proses evaluasi dan penataan pemerintahan, bukan sekadar pergantian personel biasa.
Menurut Dave, kepala negara tentu mempertimbangkan secara matang siapa sosok yang dinilai paling mampu mengeksekusi agenda pemerintahan dan mencapai target-target yang sudah dicanangkan. Ia menegaskan bahwa fokus setelah pergantian ini seharusnya diarahkan pada bagaimana roda pemerintahan bisa berjalan lebih efektif.
Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi antarlembaga begitu pejabat-pejabat baru resmi dilantik, agar program-program prioritas dapat terlaksana lebih cepat, akurat, dan terukur sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Namun, Dave mengingatkan bahwa para pejabat baru perlu diberi ruang dan waktu untuk membuktikan kinerja mereka, karena penilaian terhadap seorang pejabat tidak cukup hanya dilihat dari latar belakang atau posisi sebelumnya, melainkan juga dari kompetensi, integritas, dan hasil kerja nyata.
Selain pergantian sejumlah menteri dan wakil menteri, Dave juga menyinggung perubahan di posisi Kapolri yang kini dijabat Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya memimpin Badan Narkotika Nasional. Ia berharap kepemimpinan baru ini mampu memperkuat profesionalitas Polri serta penegakan hukum yang berkeadilan, mengingat tantangan ke depan cukup kompleks mulai dari pemberantasan narkotika hingga perjudian daring.
Dave menegaskan DPR akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan efektif sesuai kewenangan masing-masing lembaga, dengan ukuran keberhasilan akhir tetap berpijak pada kinerja dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sumber: ANTARA News