Jejak Harian

Antisipasi Lonjakan Harga, Bapanas Siapkan Subsidi Ongkos Angkut Daging Ayam

Ekonomi · 4 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menyiapkan skema subsidi biaya angkut daging ayam menuju daerah yang mengalami gejolak harga, sebagai upaya menjaga kewajaran harga sekaligus memastikan pasokan tetap merata bagi masyarakat dan peternak.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menjelaskan subsidi angkutan distribusi ini bertujuan agar kelebihan produksi dari daerah sentra dapat menyebar ke wilayah yang kekurangan pasokan. Menurutnya, lonjakan permintaan daging ayam ras dalam beberapa bulan terakhir, yang turut dipicu kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah serta faktor harga pakan ternak, membuat komoditas ini kembali menyumbang andil terhadap inflasi nasional pada September lalu.

Hermawan menegaskan kenaikan harga yang terjadi saat ini masih tergolong wajar dan belum merata ke seluruh daerah, hanya terjadi di lokasi tertentu yang pasokan ayamnya terbatas. Kendala utama yang kerap dihadapi pemerintah daerah bukan sentra produksi adalah besarnya biaya angkut distribusi dari luar wilayah, sehingga subsidi ongkos angkut menjadi solusi yang disiapkan Bapanas.

Berdasarkan pemantauan harga per 2 Oktober 2026, rata-rata harga daging ayam secara nasional berada di level Rp40.961 per kilogram, turun 0,62 persen dibanding sepekan sebelumnya dan turun 0,82 persen dibanding sebulan sebelumnya. Dari sisi ketersediaan, proyeksi stok daging ayam ras hingga akhir 2026 diperkirakan masih mencapai 1 juta ton, dengan estimasi produksi dalam negeri setahun sekitar 4,7 juta ton berbanding kebutuhan konsumsi nasional 3,9 juta ton.

Selain intervensi di sisi hilir berupa subsidi ongkos angkut, pemerintah turut memperkuat intervensi di sisi hulu melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bagi peternak unggas, yang alokasinya ditambah sebanyak 150 ribu ton. Realisasi penyaluran SPHP jagung pakan per 2 Oktober tercatat telah mencapai 71,36 persen dari target tahap pertama dan kedua, dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai daerah dengan jumlah peternak penerima terbanyak.

Sumber: ANTARA News

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.