HIPMI Dorong Konsolidasi BUMN Karya Perkuat Kemitraan dengan Pengusaha Swasta
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anthony Leong mendukung langkah pemerintah bersama Danantara dalam menyehatkan dan mengonsolidasikan BUMN Karya, menilainya penting untuk membangun perusahaan konstruksi negara yang lebih efisien, profesional, dan memiliki kemampuan keuangan yang kuat.
Menurut Anthony, restrukturisasi tujuh BUMN Karya -- yakni Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, PT PP, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya -- harus dilihat sebagai momentum memperbaiki ekosistem industri konstruksi nasional secara menyeluruh, bukan sekadar penggabungan perusahaan.
Ia mengingatkan proses penyehatan tidak boleh berhenti pada merger atau perbaikan neraca keuangan semata, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi kontraktor swasta, pengusaha daerah, pemasok, dan pelaku usaha kecil-menengah di sepanjang rantai industri konstruksi.
Salah satu perhatian utama HIPMI adalah keberlangsungan proyek dan kepastian pembayaran kepada vendor serta subkontraktor selama proses restrukturisasi berjalan. Anthony menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran yang mungkin masih bisa ditoleransi perusahaan besar, bisa langsung mengganggu modal kerja dan kelangsungan usaha bagi kontraktor daerah dan pemasok kecil.
HIPMI juga mendorong agar konsolidasi ini menghasilkan pembagian peran yang lebih sehat, di mana BUMN fokus pada proyek strategis berskala besar sementara ruang bagi kontraktor swasta nasional dan pengusaha daerah diperbesar melalui kemitraan dan rantai pasok.
Sumber: ANTARA News