Ekonom: Kreator Digital RI Didorong Bangun IP Sendiri agar Bisa Tembus Pasar Global
Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan kreator Indonesia perlu didorong membangun kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang bisa dijual berulang kali di pasar global, demi memperbesar peluang perolehan devisa dari ekspor jasa kreatif.
Menurut Ronny, kreator Tanah Air semestinya tidak lagi hanya berperan sebagai vendor atau pekerja lepas, melainkan semakin banyak yang memiliki platform, karakter, software, gim, atau konten milik sendiri. Ia menilai ekspor jasa kreatif digital punya karakter berbeda dengan ekspor komoditas karena tidak memerlukan pabrik, bahan baku, atau logistik pengiriman barang fisik.
Ia mencatat pada 2025, ekspor ekonomi kreatif Indonesia mencapai sekitar 31,94 miliar dolar AS, dengan investasi sektor ini menembus Rp183 triliun dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.
Ronny menyebut sejumlah subsektor berpotensi tinggi untuk digenjot sebagai komoditas ekspor, di antaranya gim dan animasi yang mudah didistribusikan ke banyak negara dengan biaya tambahan relatif rendah, serta konten digital, desain, software, dan jasa kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ia mengingatkan penggunaan AI dalam industri kreatif seharusnya tidak hanya dipakai untuk menekan biaya produksi, tetapi juga untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas karya agar mampu bersaing dengan nilai kontrak lebih tinggi di pasar global.
Pemerintah disebut telah mengambil langkah strategis dengan memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, termasuk mencakup teknologi baru dan konten digital.
Sumber: ANTARA News