Penguatan Rupiah Didorong Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kokoh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan menunjukkan penguatan sebesar 12 poin atau 0,07 persen, mencapai level Rp17.887 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di Rp17.899 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa dari Research and Development ICDX menilai penguatan rupiah didorong oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap menunjukkan ketangguhan di 146,3 miliar dolar AS pada September 2026. Meski terjadi sedikit penurunan dibandingkan Agustus yang sebesar 146,5 miliar dolar AS, posisi ini masih memberikan jaminan stabilitas yang kuat.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan. Menurut Amru, kondisi eksternal Indonesia yang tetap terjaga menjadi sentimen positif yang mendorong stabilisasi nilai rupiah.
Penguatan rupiah hari ini lebih banyak ditopang oleh kombinasi pelemahan dolar AS seiring harapan pasar bahwa The Federal Reserve dapat mengambil sikap lebih dovish, serta terjaganya posisi eksternal Indonesia. Namun, ruang penguatan masih berpotensi terbatas karena pasar menunggu sinyal dari Federal Open Market Committee Minutes dan perkembangan kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sumber: ANTARA News