73 Persen Lowongan Kerja Luar Negeri Masih Belum Terisi Meski Peluang Besar Tersedia
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin melaporkan ketimpangan signifikan antara permintaan lapangan kerja internasional dan daya serap tenaga kerja dari Indonesia. Data per 4 Oktober 2026 menunjukkan 287 ribu lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi melalui sistem SIP2MI, namun Indonesia baru berhasil mengisi 75 ribu di antaranya, atau setara dengan 26 persen dari total lowongan yang tersedia.
Kesenjangan sebesar 73 persen ini, menurut Mukhtarudin, terutama disebabkan oleh ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan standar kompetensi yang diminta pasar internasional. Faktor-faktor utama meliputi minimnya sertifikasi kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing yang lemah, dan kesiapan keterampilan yang belum memadai.
Menurut analisis minister, peluang ini sebenarnya merupakan kesempatan strategis bagi Indonesia. Banyak negara tetangga dan mitra dagang global seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan negara-negara Eropa menghadapi tantangan demographic burden dengan menurunnya populasi usia kerja produktif. Sebaliknya, Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang berpotensi hingga tahun 2045 dengan proyeksi 207 juta penduduk usia produktif. Presiden telah mengeluarkan instruksi untuk mempersiapkan 500 ribu pekerja migran terampil secara terakselerasi melalui program SMK Go Global.
Sumber: ANTARA News