Bali Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi dalam Pekan Iklim 2026 Mendukung Target 2030
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan enam kawasan dengan status rendah emisi sebagai bagian dari inisiatif strategis dalam perhelatan Pekan Iklim Bali 2026, menempatkan provinsi tersebut sebagai pemimpin aksi iklim di tingkat regional.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kawasan rendah emisi mencakup Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, serta Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar. Program yang disebut Kerthi Bhumi Satwika ini bukan sekadar penetapan administratif, tetapi merupakan perubahan arah pembangunan yang komprehensif untuk memastikan keselarasan harmonis antara alam, warisan budaya, dan masyarakat.
Enam wilayah tersebut akan dikembangkan secara terukur dengan target pencapaian penuh pada tahun 2030, didukung oleh kolaborasi lintas kabupaten dan kota. Pemerintah percaya inisiatif ini akan memberikan citra khusus bagi Pulau Dewata di panggung nasional dan internasional.
Selain program kawasan rendah emisi, Pekan Iklim juga menjadi wadah untuk mengumumkan dukungan pemerintah terhadap proyek besar presiden yang menyediakan tenaga surya dalam skala besar. Kapasitas yang semula direncanakan mencapai 1.000 megawatt bahkan ditingkatkan menjadi 1.500 megawatt, mengingat keseriusan pelaksanaan dan kecepatan eksekusi di lapangan.
Sumber: ANTARA News