Warga Kampung Pelangi Desak Penataan Permukiman Tetap Pertahankan Hunian Terjangkau
Kawasan Kampung Pelangi, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dihuni oleh sekitar 300 kepala keluarga yang berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar warga bekerja sebagai pemulung, sementara lainnya bekerja sebagai buruh dan asisten rumah tangga. Bagi warga yang bekerja di sektor informal, biaya tempat tinggal menjadi pertimbangan penting untuk dapat bertahan di kawasan tersebut.
Walaupun menginginkan lingkungan yang lebih rapi, warga khawatir penataan akan berujung pada pemindahan ke hunian dengan biaya sewa yang lebih tinggi dari kemampuan ekonomi mereka. Salah seorang warga asal Cirebon yang telah tinggal di Jakarta selama puluhan tahun memilih menetap di kawasan tersebut setelah sebelumnya harus berpindah akibat penggusuran. Warga saat ini membayar sewa sekitar 600 ribu rupiah per bulan dan tinggal bersama anggota keluarga termasuk cucu dan keponakan yang diasuhnya.
Warga bersedia pindah ke rumah susun apabila tersedia hunian dengan biaya sesuai kemampuan dan lokasi tidak jauh dari tempat tinggal sekarang. Selain itu, warga juga berharap mendapat kesempatan mengikuti pelatihan kerja dan pemerintah memperhatikan kebutuhan tempat tinggal serta penghidupan mereka apabila dilakukan penataan kawasan.
Sumber: ANTARA News