Indonesia Dukung Reformasi Kelembagaan UNESCO dengan Fokus Transparansi
Jakarta - Dalam forum internasional di PBB, Indonesia menunjukkan komitmen terhadap reformasi kelembagaan UNESCO melalui tiga pilar utama. Pertama adalah peningkatan efisiensi dan perbaikan kelembagaan yang mencakup percepatan transformasi digital dan penyusunan kerangka perencanaan sumber daya manusia untuk program periode 2026-2029.
Diplomat Kementerian Luar Negeri RI Sasi Hemawardani menekankan bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus pada kebijakan kepegawaian yang memperkuat keterwakilan geografis dan rekrutmen berdasarkan kompetensi. Pilar kedua mencakup peninjauan jaringan kantor lapangan UNESCO, terutama kapasitas Kantor Regional UNESCO di Jakarta dalam mendukung kerja sama ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Sasi, efisiensi reformasi harus memperkuat kapasitas kantor lapangan, bukan menguranginya. Indonesia juga mendukung diversifikasi pendanaan melalui kemitraan dan kontribusi sukarela, namun mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam menggunakan instrumen pembiayaan inovatif seperti debt swaps dan social impact bonds yang memerlukan mekanisme jelas dan transparansi tinggi.
Sumber: ANTARA News