Menteri Industri Dorong Insentif Khusus untuk Kendaraan Bermesin Hybrid
Jakarta. Menteri Perindustrian telah mengajukan rekomendasi kepada stakeholder pemerintah untuk memberikan insentif khusus nonfiskal bagi kategori kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV). Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan industri otomotif nasional sekaligus berkontribusi pada penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi.
Berbeda dengan kendaraan listrik murni yang telah mendapatkan berbagai kemudahan, seperti pembebasan aturan ganjil genap dan kemudahan administrasi pendaftaran, kendaraan dengan teknologi hybrid masih membutuhkan rumusan skema insentif yang disesuaikan dengan karakteristik teknologinya. Insentif yang diusulkan mencakup pengecualian dari pemberlakuan peraturan lalu lintas ganjil genap di beberapa kota, penyediaan tempat parkir khusus yang lebih strategis, dan fasilitasi pembangunan titik pengisian daya listrik.
Menurut Menteri, pengembangan ketiga kategori kendaraan ini sangat penting mengingat kemampuannya menggabungkan efisiensi mesin pembakaran internal dengan sistem penggerak elektrik. Kombinasi ini memungkinkan pengurangan konsumsi bahan bakar yang signifikan tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas di sejumlah wilayah.
Kementerian Perindustrian akan melakukan koordinasi lintas sektor dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi penerapan insentif ini, mengingat beberapa kebijakan nonfiskal memerlukan kerjasama antar lembaga pemerintah dan otoritas lokal.
Sumber: ANTARA News