Presiden Amankan Lima Konsesi Pertambangan Senilai Rp5,4 Kuadriliun
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan menemukan lima area konsesi pertambangan dengan cadangan mineral terbukti senilai Rp5,4 kuadriliun atau setara 300 miliar dolar. Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah harus dikuasai dengan bijak dan tidak boleh jatuh kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui pengalaman sebelumnya, Presiden menunjukkan bahwa banyak perusahaan menerima konsesi namun tidak menjalankan kegiatan operasional. Presiden mengambil contoh konsesi di Blok Masela yang mangkrak selama 28 tahun sebelum akhirnya mencapai tahap groundbreaking pada Juli 2026. Presiden juga menceritakan upaya diplomatik dengan Pemerintah Jepang dan perusahaan Inpex untuk memastikan komitmen mereka dalam mengembangkan area konsesi tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Presiden memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mencabut izin konsesi dari perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap konsesi yang diberikan benar-benar dikelola oleh pihak yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk mengembangkan sumber daya alam Indonesia.
Sumber: ANTARA News