Ekonomi Kreatif Disebut Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menegaskan komitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang baru. Dalam pembukaan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif tahun 2026, Menteri PPN menyampaikan bahwa sektor ini telah menghasilkan investasi sekitar Rp183 triliun, ekspor hampir 32 miliar dolar, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 27 juta orang.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2045, ekonomi kreatif didentifikasi sebagai mesin pertumbuhan dengan target meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto menjadi lebih dari 8 persen pada tahun 2029. Pengembangan sektor ini difokuskan tidak hanya pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dari karya dan inovasi lokal.
Pemerintah menilai bahwa cerita, desain, film, dan permainan digital perlu dikembangkan menjadi aset ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan dan memberikan imbal hasil yang adil bagi para pencipta. Penguatan ekosistem menjadi langkah penting yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Transformasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial juga dinilai semakin mempengaruhi cara nilai ekonomi kreatif dihasilkan dan didistribusikan.
Sumber: ANTARA News