Jejak Harian

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen di Kuartal Ketiga

Politik · 23 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada 21 Oktober, Menteri Koordinator Perekonomian mempresentasikan pencapaian ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan sebesar 5,45 persen. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan global yang hanya mencapai 3 persen dan menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Sektor manufaktur menunjukkan kinerja positif dengan indeks manajer pembelian mencapai 52,4, di atas ambang batas 50 yang menunjukkan ekspansi ekonomi. Surplus perdagangan tercatat positif pada angka 7,25, sementara indeks konsumen menunjukkan angka 118,1. Pemerintah juga berhasil menurunkan tingkat pengangguran menjadi 4,65 persen, angka terendah yang pernah dicatat, dan rasio ketimpangan gini terus membaik menjadi 0,368.

Dalam aspek fiskal, defisit anggaran negara tercatat sebesar 1,24 persen dan masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen, sementara imbal hasil surat berharga negara dengan tenor 10 tahun berada di angka 7,21 persen. Cadangan devisa negara masih cukup untuk membiayai impor selama 6,5 bulan dengan total sebesar 146,3 miliar dolar.

Guna menjaga daya beli masyarakat di akhir tahun, pemerintah mengakselerasi pelaksanaan stimulus ekonomi kuartal keempat 2026. Program ini mencakup pemberian satu rekening per orang dengan anggaran Rp1,28 triliun, bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp17,54 triliun, serta subsidi upah sebesar Rp300 ribu per bulan untuk 13,3 juta pekerja selama tiga bulan dengan alokasi Rp11,97 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi khusus untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dengan penawaran diskon 30 persen untuk tiket pesawat dan kapal, serta pembebasan pajak pertambahan nilai untuk perjalanan udara dalam negeri. Stimulus ini diperkirakan akan memberikan manfaat kepada 6,6 juta masyarakat dengan biaya sekitar Rp883,4 miliar.

Sumber: ANTARA News

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.