Jejak Harian

Pemulihan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Aceh Terus Berlanjut hingga 2027

Peristiwa · 24 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

Bireuen, Sabtu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh Agus Susanto melaporkan bahwa dari sekitar 57 ribu hektare lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi, hanya tinggal sekitar 3.000 hektare yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Proses pemulihan lahan pertanian dilakukan melalui program optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah. Banyak lahan yang sebelumnya tertimbun lumpur telah berhasil dibersihkan dan ditanami kembali, sementara sebagian wilayah lainnya sudah memasuki fase panen. Akan tetapi, kerusakan berat masih ditemukan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen, dengan Kabupaten Bireuen masih memiliki sekitar 250 hektare lahan yang mengalami kerusakan parah.

Pemulihan lahan dengan kerusakan berat membutuhkan waktu, tenaga, anggaran signifikan, serta dukungan alat dan mesin pertanian. Pada beberapa lokasi, lumpur yang menimbun sawah mencapai ketebalan hingga dua meter, sehingga proses pemulihan menjadi lebih kompleks dan memakan waktu.

Pemerintah telah memulai penanganan lahan rusak berat di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan menggunakan alat berat untuk mengangkat lumpur dan material yang menimbun sawah sebelum dilanjutkan dengan pengolahan lahan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan alternatif penanaman jagung bagi petani yang lahan mereka belum memungkinkan untuk ditanami padi karena timbunan lumpur terlalu tebal atau material batuan menghambat. Bantuan benih jagung direncanakan disalurkan pada akhir Oktober 2026, meskipun strategi ini bersifat sementara dan bukan untuk menggantikan fungsi sawah secara permanen.

Sumber: ANTARA Aceh

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.