Mendagri Laporkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Capai Kemajuan Signifikan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, melaporkan bahwa upaya pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera telah menunjukkan kemajuan yang berarti.
Tito menjelaskan bahwa dari aspek infrastruktur, jalan dan jembatan yang terdampak bencana pada umumnya telah kembali berfungsi. Perbaikan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi, melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan berbagai lembaga lainnya.
Meskipun demikian, sejumlah jembatan di tingkat daerah masih memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama karena beberapa di antaranya kembali terdampak oleh bencana susulan yang menyertai proses pemulihan.
Selain infrastruktur, layanan dasar di wilayah terdampak juga berangsur pulih. Tito memberikan contoh bahwa aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya terganggu akibat endapan lumpur, kini telah kembali berjalan dengan normal. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah dari bencana alam.
Layanan komunikasi seluler juga telah pulih, sementara fasilitas kesehatan sebagian besar telah kembali beroperasi. Namun, enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara masih memerlukan penanganan perbaikan lebih lanjut.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, dalam rapat koordinasi yang sama, mengabarkan bahwa pembangunan kembali sekolah-sekolah yang terdampak serta penyediaan hunian tetap dan hunian sementara berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Menurut Sugiono, berdasarkan laporan kepala daerah, realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak telah mencapai 96 hingga 98 persen dari target.
Data Satgas PRR per 26 Oktober 2026 mencatat banjir tersebut berdampak pada 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa/kelurahan. Seluruh pengungsi, yang sebelumnya berjumlah lebih dari 2 juta jiwa, kini sudah kembali ke rumah atau tempat tinggal lain sehingga tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.
Sumber: ANTARA News