Jejak Harian

Gubernur Bali Wayan Koster Klarifikasi Insiden Emosi di SPBU dan Akui Kesalahannya

Politik · 30 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

Gubernur Bali Wayan Koster meluruskan informasi terkait insiden yang tertangkap dalam video viral mengenai dirinya yang terlihat emosi kepada petugas SPBU saat meninjau penanganan kelangkaan bahan bakar. Dalam klarifikasinya di sela Rapat Paripurna DPRD Bali, Koster mengakui kesalahan tindakannya dengan tegas menyatakan bahwa dia seharusnya tetap tenang dan merespons petugas tersebut secara bijak.

Koster menjelaskan bahwa kedatangannya ke SPBU bertujuan memastikan penanganan kelangkaan BBM berjalan optimal dengan meninjau kesiapan operasional layanan 24 jam. Saat tiba di lokasi, dia menemukan SPBU tidak beroperasi padahal antrean kendaraan masyarakat sudah mengular panjang. Dalam mengoordinasikan penyelesaian kendala sistem komputasi yang menyebabkan penghentian layanan, seorang petugas wanita mendadak meluapkan emosi kepada Koster, yang kemudian memicu balasan emosi dari gubernur.

Rasa penyesalan atas insiden tersebut terus dibawa Koster hingga ke rumah setelah mendapatkan teguran dari istri terkait penanganan insiden di lapangan. Koster menilai dinamika krisis kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram merupakan bahan pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Gubernur Bali menekankan bahwa penanganan krisis kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama tanpa perlu saling menuding atau mencari kesalahan pihak manapun. Untuk percepatan penanganan saat itu, Koster bahkan intensif berkantor di Pertamina Depo Sanggaran hingga dini hari untuk merumuskan skema kebijakan bersama jajaran direksi.

Langkah cepat penanganan kelangkaan BBM mendapat apresiasi luas dari publik, pemerintah pusat, hingga jajaran duta besar. Koster menegaskan bahwa masalah utama penundaan pasokan BBM saat itu bukan pada ketersediaan stok, melainkan kendala teknis distribusi akibat kapal pengangkut 18 juta liter minyak sempat gagal sandar selama 18 jam. Pemprov Bali mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi serta memelihara semangat gotong royong agar potensi krisis serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: ANTARA News

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.