Jejak Harian

Bakrie & Brothers Catat Pertumbuhan Pendapatan Signifikan di Kuartal Ketiga

Ekonomi · 31 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan pencapaian finansial yang impressive untuk kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan laporan resmi dari Direktur Utama dan CEO Anindya N. Bakrie, perseroan mencapai pendapatan bersih sebesar Rp4,12 triliun, mengalami peningkatan signifikan sebesar 55,45 persen atau Rp1,47 triliun dibanding kuartal ketiga tahun 2025.

Laba kotor perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang lebih dramatis, meningkat mencapai Rp1,13 triliun di periode ini, naik Rp634,99 miliar atau 127,82 persen dibanding kuartal ketiga 2025 yang hanya mencatat Rp496,8 miliar. Pertumbuhan yang mengesankan ini mencerminkan efisiensi operasional yang meningkat di seluruh lini bisnis BNBR.

Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) perusahaan mencapai Rp810,25 miliar, mengalami kenaikan Rp709,96 miliar atau 707,86 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya ketika EBITDA hanya sebesar Rp100,29 miliar.

Pertumbuhan pendapatan Rp1,47 triliun tersebut bersumber dari beberapa unit usaha unggulan. Pertama, pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group meningkat sebesar Rp348,09 miliar atau 48,6 persen, mencapai Rp1,06 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan kendaraan listrik dan peningkatan penjualan suku cadang melalui PT Bakrie Autoparts Group. Kedua, PT Bakrie Metal Industries Group mencatat kenaikan pendapatan sebesar Rp434,65 miliar atau 26,1 persen.

Tak ketinggalan, PT Bakrie Indo Infrastructure Group mencatat lompatan pertumbuhan yang paling tajam dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp678,87 miliar atau 248,3 persen, mencapai Rp952,25 miliar. Peningkatan signifikan ini merupakan dampak dari konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dalam laporan keuangan tahun 2026.

Meskipun mencapai pertumbuhan revenue yang impressive, laba bersih perusahaan mengalami kontraksi yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa peningkatan floating rate yang berdampak pada beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal pasca akuisisi ketika beban bunga masih relatif tinggi.

Manajemen perusahaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Optimisme ini didukung oleh struktur keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek infrastruktur strategis seperti jaringan jalan tol dan fasilitas pipa minyak dan gas, serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy dan energi hijau lainnya.

Sumber: ANTARA News

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.