Kementerian Pertanian Dukung Peremajaan 754 Hektare Kebun Mete di Dompu NTB
Kementerian Pertanian meluncurkan program peremajaan tanaman jambu mete di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat ekonomi petani setempat. Program ambisius ini mencakup area seluas 754 hektare yang disebar di empat kecamatan strategis.
Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, program peremajaan mete akan dialokasikan langsung kepada kelompok tani dengan dukungan komprehensif berupa benih berkualitas, pupuk, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Pendistribusian area peremajaan dirancang untuk mencakup berbagai lokasi. Kecamatan Pekat mendapatkan alokasi terbesar dengan 377,1 hektare di desa-desa Nangamiro dan Kadindi. Kecamatan Kempo menerima 117 hektare yang tersebar di desa Tolo Kalo dan Songgaja. Sementara itu, Kecamatan Manggelewa mendapat 210 hektare yang mencakup lima desa, yaitu Kampasi Meci, Tanju, Banggo, Sukadamai dan Desa Naga Tumpu. Kecamatan Pajo menerima alokasi 49,9 hektare di desa Woko.
Program ini melibatkan kolaborasi dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya sebagai partner teknis. Saat ini, kelompok tani yang akan menerima manfaat masih melengkapi persyaratan administrasi sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai.
Peremajaan menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar tanaman jambu mete di Dompu telah mencapai usia lanjut sehingga produktivitasnya signifikan menurun. Gangguan penyakit tanaman dan terbatasnya kegiatan peremajaan sebelumnya telah menjadi tantangan serius dalam mempertahankan hasil panen petani. Kondisi ini menggeser beberapa petani untuk beralih ke komoditas musiman seperti jagung yang memberikan hasil dalam waktu lebih pendek.
Keberlanjutan program bergantung tidak hanya pada penanaman bibit baru tetapi juga pada pemeliharaan tanaman hingga memasuki fase produktif. Untuk mengatasi kesenjangan pendapatan selama periode pertumbuhan, petani didorong memanfaatkan lahan untuk menanam komoditas sela yang sesuai kondisi lokal, atau mengintegrasikan kegiatan peternakan untuk diversifikasi pendapatan.
Pemerintah daerah berharap program peremajaan ini dapat memulihkan posisi jambu mete sebagai komoditas unggulan penghasil pendapatan utama bagi masyarakat Dompu.
Sumber: ANTARA News