Jejak Harian

Penerimaan Bea Cukai Sulawesi Selatan Mencapai Rp187 Miliar di Kuartal Ketiga 2026

Ekonomi · 31 Oktober 2026 · ✍️ Tim Redaksi Jejak Harian

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan melaporkan penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp187,48 miliar pada periode Januari hingga September 2026. Realisasi ini setara dengan 50,20 persen dari target keseluruhan yang ditetapkan yaitu Rp373,43 miliar untuk tahun 2026.

Menurut Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel Martha Octavia, target penerimaan tahun ini dikomposisikan dari tiga sumber utama. Bea masuk ditetapkan sebesar Rp192,5 miliar, bea keluar Rp73,71 miliar, dan cukai Rp107,1 miliar. Hingga akhir September, distribusi realisasi menunjukkan pola yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Penerimaan bea masuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp111,24 miliar atau 57,77 persen dari target bea masuk yang ditetapkan. Ini menunjukkan aktivitas impor yang relatif stabil meskipun menghadapi dinamika perdagangan internasional yang kompleks.

Sebaliknya, penerimaan bea keluar mencatat Rp26,30 miliar atau hanya 35,68 persen dari target bea keluar Rp73,71 miliar. Sektor ini mengalami kontraksi yang tajam sebesar 42,74 persen secara year-over-year dan penurunan bulanan hingga 1.241,09 persen yang sangat signifikan.

Fluktuasi penerimaan bea keluar dikaitkan dengan perubahan drastis dalam dinamika ekspor regional. Tahun-tahun sebelumnya, bea keluar Sulawesi Selatan ditopang oleh volume ekspor kakao yang substansial dari pelabuhan Makassar. Namun di tahun 2026, volume ekspor kakao mengalami penurunan yang sangat dramatis, secara langsung berdampak negatif pada penerimaan bea keluar secara keseluruhan.

Kepala DJBC Sulbagsel mengkatagorikan faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi penerimaan kepabeanan dan cukai di wilayah Sulawesi Selatan. Dinamika perdagangan internasional, tingkat aktivitas ekspor dan impor, serta kondisi industri yang menjadi objek pungutan kepabeanan dan cukai semuanya berperan dalam menentukan realisasi penerimaan.

Meskipun beberapa sektor mengalami penurunan performa, DJBC tetap optimistis bahwa target penerimaan tahunan dapat terus dikejar. Strategi yang dijalankan mencakup penguatan pengawasan kepabeanan dan cukai, optimalisasi pelayanan kepabeanan di seluruh wilayah, serta evaluasi berkelanjutan terhadap tren penerimaan.

Tren historis penerimaan kepabeanan dan cukai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang fluktuatif, mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor kepabeanan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Sumber: ANTARA News

Mengalihkan ke halaman interaktif...
Jika tidak teralihkan, klik di sini.