Aktivitas Gunung Semeru Mencatat Getaran Banjir Lahar Selama Hampir Empat Jam
Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 31 Oktober 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang melaporkan bahwa getaran yang dihasilkan oleh banjir lahar hujan Gunung Semeru pada malam Jumat, 30 Oktober lalu, yang terekam berlangsung selama hampir empat jam, tidak berdampak signifikan terhadap rutinitas penduduk di kawasan lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Menetapkan catatan aktivitas Gunung Semeru selama periode 24 jam, petugas vulkanologi mencatat satu peristiwa gempa akibat aliran lahar dengan amplitudo gelombang seismik sebesar 50 milimeter dan durasi total 13.524 detik. Intensitas hujan lebat yang menyertai peristiwa ini menyebabkan peningkatan signifikan pada debit air di sejumlah sungai yang berhulu dari gunung tersebut.
Dampak dari peningkatan volume air mencakup terganggunya kegiatan pembangunan saluran penahan air dan pengontrol lahar (sabo dam) di lokasi Curah Kobokan. Kendati demikian, aktivitas sosial kemasyarakatan terus berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah memberikan sejumlah rekomendasi keamanan untuk masyarakat. Warga tidak diperkenankan melakukan setiap bentuk aktivitas di sektor tenggara sepanjang lembah Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung. Di luar zona tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari pinggir sungai mengingat risiko awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III (Siaga), menandakan tingkat aktivitas vulkanik yang memerlukan monitoring berkelanjutan dan kewaspadaan dari warga sekitar terhadap berbagai potensi bahaya geologis.
Sumber: ANTARA News