PDIP Ajak GMNI Kembangkan Kepemimpinan Intelektual Berdasarkan Pemikiran Bung Karno
Jakarta, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendorong kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membangun kepemimpinan intelektual yang kuat. Dalam Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI di Lampung Selatan, Hasto menekankan pentingnya merujuk pada pemikiran Bung Karno dengan berorientasi pada perubahan struktural sistem politik, ekonomi, dan kebudayaan.
Menurut Hasto, marhaenisme menjadi landasan kebijakan struktural agar rakyat menjadi kekuatan produksi yang efektif bagi kesejahteraan sosial. Kepemimpinan intelektual harus lahir dari dialektika peradaban dunia, pembelajaran dari praktik pemimpin revolusioner, dan cita-cita masa depan berdasarkan masalah struktural yang dihadapi rakyat Indonesia.
Hasto, yang juga dosen Universitas Bung Karno, menekankan bahwa kepemimpinan strategis memerlukan fokus pada pemahaman ideologi, manajemen organisasi, budaya organisasi, dan penjaminan fungsi-fungsi organisasi. Kaderisasi GMNI perlu membekali kader dengan teori-teori kritis yang membongkar relasi kuasa di balik setiap kebijakan.
Kritik Hasto juga tertuju pada masih adanya kultur patron-klien di tubuh GMNI. Ia menekankan bahwa kepemimpinan intelektual, ideologi, dan pelembagaan partai harus membangun budaya egaliter yang sejalan dengan nilai marhaenisme yang anti-feodalisme.
Hasto menutup dengan menegaskan bahwa hanya dengan kepemimpinan intelektual, generasi muda dapat mengetahui arah masa depan dan menemukan jalan terpendek untuk memperebutkan masa depan yang lebih baik.
Sumber: ANTARA News